"Kita boleh sedikit bernostalgia saat Soekarno melengkapi armada Angkatan Laut, Udara, dan Darat menjadi yang terhebat. Ke depannya kita harus mencapai prestasi itu," ujar Tedjo. (Baca: DPR: Nyali Indonesia untuk Hadapi Malaysia Lebih Tinggi)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, udara memberikan dimensi lain dalam perkembangan teknologi informasi di Indonesia. Terlebih lagi, udara juga memberikan dimensi vital dalam pertahanan sebuah negara.
"Bukan hanya kedaulatan (negara) tapi juga keamanan penerbangan sipil harus menjadi pekerjaan rumah," kata purnawirawan TNI berpangkat Laksamana tersebut.
Bukan tanpa alasan, Tedjo mengatakan hal tersebut lantaran udara Indonesia masih bisa dikontrol oleh Singapura bahkan hingga 100 mil masuk ke wilayah kedaulatan Indonesia. (Baca: TNI Geram, Pesawat Tempur Malaysia Masuk Ambalat 9 Kali)
Selain itu, masih banyaknya kesalahan penjagaan udara Indonesia harus menjadi perhatian lebih jauh. Beberapa kali pesawat negara tetangga masuk ke wilayah Indonesia dan hanya diberi denda yang kecil jika dibandingkan dengan biaya operasionalnya. (obs)