Dari tiga bagian, ada keterlambatan yang membuat proses bongkar muat barang menjadi lama. Menurut Tito, penyidik sudah memaparkan bahwa sistem yang diterapkan di Tanjung Priok memang bermasalah. Sistem satu atap itu melibatkan 18 kementerian/lembaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ada perwakilan di Tanjung Priok, maka pengurusan perizinan bisa dilakukan dalam satu hari dan gratis. Dengan adanya perizinan yang diurus di kantor kementerian membuat pelaku usaha harus datang ke kantor kementerian.
"Ada oknum internal yang menjadi calo, maupun melibatkan oknum eksternal orang luar yang jadi calo. Jadi, pengusaha seharusnya di satu pintu selesai cepat. Tapi, melalui calo luar, calo dalam kemudian dimintai uang, setelah itu izin keluar," ujarnya.
Dari penyelidikan yang dilakukan, penyidik menyimpulkan ada dugaan unsur tindak pidana yang terjadi, yaitu grativikasi, penyuapan dan pemerasan dalam proses perizinan.
Adanya kongkalikong ini membuat pengusaha yang sudah terbiasa menyuap kerap memasukan barang meski izin belum diurus.
Dalam kasus ini tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini dilakukan usai penggeledahan Kementerian Perdagangan kemarin.
Dua tersangka berasal dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag yakni N dan I. Sementara satu tersangka M adalah calo sekaligus importir. (sur)