"Saya menyerahkan ke Adi Wibowo (ajudan Bambang Alamsyah) selama tiga kali," kata Agung saat bersaksi untuk bosnya, Manajer Marketing PT Mitra Maju Sukses Andrew Hidayat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (30/7).
Penyerahan pertama berlangsung di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta, pada Selasa (24/9). Namun, Agung lupa berapa nominal duit yang diserahkan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyerahan terakhir berlangsung di Hotel Shangri La senilai Rp 300 juta pada 3 April 2015 lalu.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi oleh Hakim Ketua John Butar Butar saat sidang, Adi menyangkalnya. "Saya tidak tahu (penyerahan uang). Tidak benar (menerima uang)," kata Adi saat bersaksi untuk Andrew di Pengadilan.
Kesaksian Agung dan Adi merupakan fakta baru yang belum terungkap dalam dakwaan yang dirumuskan oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dibacakan dalam sidang, 29 Juni lalu. (Baca: KPK Geledah Tiga Lokasi Kasus Izin Usaha Tambang Tanah Laut)
Sebelumnya, KPK hanya menyebutkan nama Adriansyah sebagai penerima duit suap dan tidak menyebut nama anaknya, Bambang. Dalam sidang, Agung mengaku menyerahkan duit sebanyak delapan kali kepada Adriansyah.
Duit diduga merupakan pemulus izin usaha tambang. Adriansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Tanah Laut diyakini masih mempunyai pengaruh di daerah setempat. (Baca: Penyuap Eks Bupati Tanah Laut Didakwa Beri Duit Pemulus Izin)
Namun dalam proses penyidikan, Agung mengaku menyerahkan duit ke Bambang yang meneruskan kursi tahta ayahnya sebagai Bupati Tanah Laut. (obs)