"Ke depan, pembangunan infrastruktur harus digiatkan. Pembuatan irigasi untuk distribusi air hingga pembangunan waduk untuk penampungan air," ujar Menteri Marwan melalui pernyataan yang diterima CNN Indonesia. (Lihat Juga: FOKUS Bencana Hadang Nusantara)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak beberapa bulan terakhir, Marwan mengaku terus memantau dan melakukan evaluasi terkait dampak kekeringan yang terjadi di beberapa desa di Indonesia. (Baca Juga: Kekeringan Landa Gunungkidul, Warga Krisis Air Bersih)
Selain itu, Marwan juga terus melakukan koordinasi lintas kementerian untuk mengatasi bencana kekeringan yang terjadi.
"Salah satunya dengan kementerian PU agar bisa mempercepat pembangunan infrastruktur air seperti irigasi untuk distribusi air dan juga waduk untuk penampungan air," ujarnya.
Kekeringan kini telah menimpa beberapa wilayah di Indonesia. Data dari BNPB mencatat terdapat 12 provinsi, 77 kabupaten/kota dan 526 kecamatan yang telah mengalami kekeringan.
Diperkirakan sekitar 25.000 hektare puso akan terjadi akibat bencana kekeringan yang akan terus meningkat hingga November 2015 ini.
Sementara itu, BMKG memprediksi musim kemarau masih terus terjadi hingga November akibat Badai El Nino yang menimpa kawasan Asia Pasifik. (utd)