Berdasarkan catatan BMKG, El Nino tahun 1982/1983 dan tahun 1997/1998 adalah dua kejadian El Nino terhebat yang pernah terjadi di era modern dengan dampak yang dirasakan secara global.
Pada tahun 1997, terjadi bencana kekeringan yang luas di Indonesia. Saat itu, kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan mendapat perhatian internasional karena asapnya mengganggu negara tetangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
El Nino diprediksi akan menguat mulai Agustus hingga Desember 2015. Tren penguatan El Nino 2015 ini ditunjukan dengan kenaikan indeks ENSO dari 1,6 pada Juni menjadi 2,2 pada Desember 2015.
"Daerah-daerah di Indonesia yang berpotensi terkena dampak El Nino 2015 meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Sulawesi Selatan (Sulsel)," kata Andi.
Dampak lain yaitu kebakaran hutan dan lahan. Andi mengatakan, Indonesia harus belajar dari pengalaman di tahun 1997 dengan melakukan antisipasi dini. "Ini kalau diatasi sejak awal tentu bisa mencegah terulangnya kekeringan di tahun 1997. Kami juga sudah peringatkan kementerian terkait untuk melakukan pencegahan," katanya.
El Nino adalah gejala penyimpangan kondisi peningkatan suhu permukaan laut yang signifikan di Samudera Pasifik sekitar ekuator, khususnya di bagian tengah dan timur. Hal ini berdampak pada pengurangan jumlah curah hujan yang signifikan di Indonesia. (rdk)