Saat ini pengelolaan air bersih berada di bawah kendali PAM Jaya. BUMD itu diketahui memiliki dua operator, yaitu Aetra dan Palyja. Namun, kedua operator tersebut diketahui telah dialihkan kepemilikannya ke tangan swasta. (Lihat Juga: FOKUS Bencana Hadang Nusantara)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, mantan Bupati Belitung Timur itu menunjukkan keraguannya untuk menurunkan hujan buatan. Menurutnya, hujan buatan tidak dibutuhkan jika kondisi darurat belum terjadi. (Lihat Juga: Ahok: Kami Pertimbangkan Hujan Buatan untuk Kekeringan)
Kepala BMKG Andi Eka Sakya mengatakan fenomena El Nino diprediksi akan menguat mulai Agustus hingga Desember 2015. Hal itu menyebabkan musim kemarau di Indonesia akan berlangsung hingga November ini.
"Daerah-daerah di Indonesia yang berpotensi terkena dampak El Nino meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Sulawesi Selatan (Sulsel)," kata Andi, Kamis (30/7) lalu.
El Nino merupakan gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik sekitar katulistiwa khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru).
Saat El Nino terjadi, perairan sekitar Indonesia umumnya tak seperti biasanya karena suhunya turun. Akibatnya, terjadi perubahan pada peredaran masa udara yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan-awan hujan di Indonesia. Hal ini berdampak pada pengurangan jumlah curah hujan yang signifikan di Indonesia. (utd)