Lebih dari 30 orang personel Polri diperiksa. "Kami sedang proses 30 lebih anggota dan juga senjata-senjata juga sudah diperiksa," kata Yotje usai serah terima jabatan Kapolda Papua di Mabes Polri, Jumat (31/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk penyidikan kasus kekerasan yang terjadi, saat ini Polda Papu telah menetapkan dua orang tersangka. Keduanya sudah ditahan untuk kepentingan penyidikan.
Proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus dilakukan hingga saat ini. Salah satu saksi yang diperiksa adalah mantan Kapolres Tolikara Ajun Komisaris Besar Suroso. Suroso saat kejadian ada di lokasi sehingga mengetahui jelas peristiwa tersebut.
Sebelumnya, Kapolda Papua yang baru Brigadir Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan, dirinya akan melakukan kunjungan ke Tolikara untuk berkomunikasi dengan semua pihak. Hal tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi terkait dinamika dan rangkaian kejadian, termasuk bentuk penanganan serta langkah selanjutnya. (Baca juga: Usut Motif Tersangka Tolikara, Polda Papua Periksa 72 Saksi)
Sementara Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang ditemui secara terpisah mengatakan kasus Tolikara proses penegakan hukum sudah berjalan. Terkait adanya permintaan terhadap penghentian proses hukum, Badrodin mengatakan tidak dapar menghentikannya.
"Kami sudah melakukan penahanan, tak mungkin bisa dihentikan. Kalau sudah ditahan harus diproses peradilan. Bagaimana mungkin bisa dihentikan," kata Badrodin.
Kerusuhan pecah tepat Hari Raya Idul Fitri lalu. Puluhan orang menyerang jemaah Salat Idul Fitri. Kerusuhan selanjutnya terjadi karena massa membakar beberapa kios dan bangunan yang ada.
Dalam kerusuhan tersebut ada beberapa korban luka tembak. Tembakan dilepaskan saat kejadian karena massa tak menuruti imbauan polisi untuk tidak melakukan tindakan kekerasan. (sur)