"Kemarin sudah saya turunkan dari Rp 6,5 miliar ke Rp 6 miliar. Lalu turun lagi jadi Rp 4 miliar, tapi belum ada yang mau," kata Heru saat ditemui di Balai Kota, Senin (3/8). (Baca Juga: MRT Masih Menanti Pembongkaran Stadion Lebak Bulus)
Heru pun mengatakan, pihak Pemprov DKI Jakarta meminta bantuan Badan Lelang Negara untuk menilai kembali besaran proyek tersebut. (Lihat Juga: Pembebasan Lahan Lelet, MRT Ancam Ubah Desain Stasiun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah sejak Mei lalu Pemprov DKI Jakarta membuka lelang untuk pembongkaran Stadion Lebak Bulus. Berselang dua bulan setelahnya, masih belum ada pihak yang mau mengambil proyek pembongkaran stadion tersebut.
Pembangunan infrastruktur pun tidak bisa dipaksakan karena harus menunggu semua lahan dibebaskan.
"MRT tidak pernah menunggu lahan. Sejak awal groundbreaking 2013 lalu, sudah tegas kami katakan akan mulai bekerja dan akan terus lanjut," kata Dono saat ditemui di proyek konstruksi stasiun MRT bawah tanah Senayan, Kamis (30/7).
Stadion Lebak Bulus merupakan salah satu titik krusial yang harus dibebaskan oleh Pemprov DKI selain Stadion Lebak Bulus. Sebab di kawasan tersebut akan dibangun depo MRT.
Selain di Lebak Bulus, beberapa kawasan seperti Haji Nawi, Cipete, Fatmawati dan beberapa kawasan lainnya, pembebasan lahannya belum selesai.
Namun, Wali Kota Jakarta Selatan Syamsudin Noor mengatakan sedang mengupayakan pembebasan lahan tersebut. "Kami sedang mengupayakan pembebasan lahan di kawasan tersebut. Kemarin sudah ada 23 pemilik tanah yang sudah setuju dengan harga yang kami tawarkan," kata Syamsudin. (utd)