“Agenda Kaum Muda NU ke depan adalah jihad melawan fundamentalisme agama dan fundamentalisme pasar,” kata Roy Murtadho dari Front Nahdliyin untuk Keadilan Sumber Daya Alam dalam keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia, Senin (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif yakin kekuatan NU yang berbasis pada Islam moderat dapat mencegah masyarakat memahami Islam secara negatif. (Baca: Densus Ajak Kaum Muda NU Jadi Benteng Propaganda ISIS)
Muhnur Satyahaprabu dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyatakan konflik sumber daya alam selalu terkait dengan penguasaan aset lahan oleh segelintir elite. “Penetrasi modal akan lahan sangat cepat dan kuat karena dibantu kekuasaan negara. Jika tidak ada pengaturan yang kuat, maka konflik sumber daya alam mustahil akan berkurang,” kata dia.
Selama pemerintah pusat maupun daerah masih menggantungkan pendanaannya pada kekayaan sumber daya alam, ujar Muhnur, maka kekuasaan akan digunakan untuk menjual berbagai izin penguasaan sumber daya alam.
Konflik sumber daya alam yang dibahas dalam Musyawarah Kaum Muda NU antara lain kasus penambangan pasir besi di Urut Sewu Kebumen, konflik masyarakat di Gunung Lemongan Lumajang, kasus pembebasan lahan untuk jalan tol, kasus pertambangan di Kalimantan, konflik perkebunan di Batang, dan kasus izin PT Semen Indonesia di Rembang. (agk)