Dahnil menjelaskan, ada dua hal yang menjadi kriteria yang diharapkan untuk menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Din Syamsudin. Pertama, seorang ulama yang memiliki intelektualitas, artinya sebagai seorang alim, ulama tersebut dituntut harus mampu memahami Islam sebagai suatu solusi bagi kehidupan dan peradaban, sehingga Muhammadiyah mampu menjadi pemimpin peradaban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SIMAK FOKUS: Kabar dari Dua Muktamar
Lebih lanjut, Dahnil menyatakan, semua nama calon ketua umum dalam Muktamar ke-47 Muhammadiyah layak untuk dipilih. Namun ia secara spesifik menyebut beberapa nama yang potensial akan terpilih sebagai ketua umum. Nama-nama yang dinilainya pantas adalah Busyro Muqoddas, Abdul Mu'ti, Yunahar Ilyas, Hajriyanto Y Tohari, dan Dahlan Rais.
Sebelumnya, Muhammadiyah menyatakan sistem pemilihan ketua umum dan kedewasaan sebagai organisasi kemasyarakatan dalam berdemokrasi sudah teruji. (Baca juga: Anwar Abbas Raih Suara Tertinggi Sidang Tanwir Muhammadiyah)
Anggota Panitia Pemilih Muktamar Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay menjamin pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, bersih dari intervensi partai politik.
Selain itu, beberapa nama mulai mengemuka untuk menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggantikan Din Syamsuddin. Din yang sudah dua periode menjabat Ketua Umum PP Muhamadiyah dikabarkan tak mau lagi dicalonkan.
Nama Din juga saat ini tidak masuk dalam daftar calon tim formatur yang biasanya menjadi calon Ketua Umum. (sur)