Tito mengatakan CCTV tersebut harus berintegrasi dengan sistem di Polda Metro Jaya. "Sama juga dengan izin mendirikan bangunan (IMB), harus ada CCTV dan terhubung ke Polda ataupun Pemda," kata Tito saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/8). (Lihat Juga: Ahok Percaya CCTV Bisa Mengurangi Angka Kriminalitas)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Tito pun mendukung langkah Ahok yang ingin menambah jumlah CCTV di Jakarta menjadi 6000 buah.
Sebelumnya, Ahok mengatakan akan memberi bantuan kepada Polda Metro Jaya untuk membangun gedung pusat komando (command centre) pengendalian kamera CCTV di 2016. (Lihat Juga: Ahok Bantu Polda Bangun Gedung Komando CCTV di 2016)
Menurut Ahok, Polda Metro Jaya memerlukan sebuah pusat komando untuk mengawasi dan mengatur semua CCTV yang hendak dipasang di Jakarta. Ia juga berkata bahwa pemimpin pengawasan CCTV nantinya akan dipegang oleh institusi kepolisian tertinggi di ibu kota itu.
"Siapa yang lebih penting memonitor CCTV? Polda. Yang memimpin pengawasan semua di tangan Polda. Makanya kami akan memberikan bantuan untuk membangun command center yang baik di sini. Kita juga mau memberikan jaringan internet infrastruktur fiber optik kepada kepolisian, supaya sampai polisi sub-sektor bisa online semua," kata Ahok di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (29/7). (utd)