Jenis motor yang diserahkan adalah SPM Kawasaki D-Tracker 250 cc dengan harga total diperkirakan mencapai Rp 18 Miliar. Sedangkan 2950 set alat kelengkapan pasukan anti huru hara senilai Rp 29,7 miliar.
Dalam pidatonya saat serah terima, Ahok -sapaan akrab sang gubernur- berharap dengan adanya hibah motor dan alat antisipasi huru hara ini, Kodam Jaya bisa membantu meningkatkan keamanan kota Jakarta. (Baca juga: Ahok akan Pecat Kepsek yang Biarkan Siswa Pakai Mobil Pribadi)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga berharap, penanganan kejahatan di ibu kota bisa lebih cepat tertangani. Sehingga warga Jakarta merasa aman dan tidak lagi jadi korban tindak kejahatan, apalagi yang bisa membuat nyawa melayang.
Mayor Jenderal Agus Sutomo pun juga berharap dengan diberikannya prajuritnya bisa lebih cekatan dalam menjaga keamanan. Sebab, Kodam Jaya punya tanggung jawab penuh dalam rangka menjaga keamanan ibu kota. (Baca Juga: Ahok Ditawari Bus Listrik Buatan Depok)
"Kami telah menerima bantuan hibah dari Pemprov DKI. Ini sangat membantu dalam tugas pengamanan ibu kota karena ancaman di Jakarta sangat kompleks. Baik ancaman kriminal, anarkis, kerusuhan horizontal, termasuk bencana alam," kata Agus.
Dengan dukungan alat kelengkapan dari Pak Gubernur, lanjutnya, TNI bisa cepat sampai di TKP bersama kepolisian. “Bisa melakukan tindakan pencegahan atau preventif,” ujarnya.
Tidak hanya memberikan bantuan secara simbolis, Ahok dan Agus pun sempat menjajal motor yang diberikan kepada Kodam Jaya. Dengan gagah keduanya memacu sepeda motor mengelilingi halaman Kompleks Balai Kota Jakarta. (sip/sip)