"Upaya kami untuk melawan Islam radikal yang tentu tak sesuai dengan paham Islam," kata JK dalam pidato sambutannya pada Hari Ulang Tahun Pondok Pesantren Modern Islam Asalaam yang Ke- 33 Tahun, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (8/8). (Lihat Juga: Bahas Islam Radikal, Jokowi Minta NU Jadi Benteng)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK menjabarkan, saat ini banyak contoh dari perubahan-perubahan pendidikan yang kemudian diselaraskan dengan zaman yang diaplikasikan dalam menunaikan ibadat umat Muslim.
Menurut JK penting agar masyarakat dan seluruh pihak terkait mampu mengekspresikan partisipasi dan kontribusinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu diyakini JK sebagai salah satu alat dan kekayaan tanah air yang akhirnya bisa terus berkembang dan bertahan sebagai salah satu negara Islam dengan penduduk terbanyak di dunia.
"Kita salah satu negara Islam yang bisa melaksanakan Ramadhan lalu setelah itu ibadah Lebaran dengan damai. Ada beberapa negara yang tidak bisa merasakan kondisi tersebut," katanya.
Selain itu, JK juga mendorong kreativitas dan jiwa kewirausahaan dalam pendidikan di pondok pesantren Islam. Perayaan Hari Ulang Tahun yang ke-33 Pondok Pesantren Asalaam ini juga dihadiri oleh Ibu Wakil Presiden Mufida Kalla, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (utd)