Kepala Kepolisian Resor Lhokseumawe, Ajun Komisaris Besar Anang Triarsono, menuturkan bom pertama meledak sekitar pukul 22.00 WIB. Ledakan yang terjadi tidak jauh dari pos keamanan lingkungan membuat warga desa berdatangan. Tak lama berselang, bom kedua tiba-tiba meledak.
"Tiga orang mengalami luka cukup berat karena terkena serpihan. Hingga saat ini rumah sakit sudah memperbolehkan enam dari delapan korban untuk pulang," ujar Anang kepada CNN Indonesia ketika dihubungi dari Jakarta, Minggu (9/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bedanya, Anang bertutur, bom rakitan yang meledak di sekitar pematang sawah di Desa Ujung Pacu bulan lalu itu tidak memunculkan korban.
"Keuchik dan pemuda setempat aktif memerangi memerangi narkoba. Ada kerja sama dengan kami. Beberapa pelaku narkoba mereka tangkap lalu diserahkan ke polisi," ungkap Anang.
Penyelidikan sementara, rentetan bom yang meledak di Desa Ujung Pacu merupakan upaya perlawanan yang dilakukan para pengedar narkotika di desa tersebut.
"Yang kami ketahui, pelaku peledakan bom tadi malam itu satu orang. Ini masih kami selidiki. Ada olah TKP bersama Gegana. Kami curiga itu dilakukan pelaku penyalahguna narkoba di kawasan tersebut. Petugas masih di lapangan sampai siang tadi," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian setempat belum berhasil menangkap pelaku bom Juli dan bom yang baru saja meledak malam kemarin. (hel)