"Karena memang belum nyambung kan. Makanya saya bilang Casablanca itu, Jalan layang non tol sebetulnya interchange untuk 6 ruas jalan tol dalam kota," kata Ahok, di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Senin (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahok, jalan layang non tol juga berfungsi sebagai putaran bagi kendaraan yang melewati jalan arteri. Dirinya mengatakan seharusnya ketika jalan tol outer ring road beroperasi beroperasi terdapat enam ruas tol dalam kota. Namun, hal tersebut diprotes oleh warga Jakarta sehingga pembebasan lahan untuk pembuatan enam ruas tol tersebut tidak dilakukan.
Rencananya sebanyak 6 ruas jalan tol dalam kota Jakarta (69,77 km) akan menghubungkan sejumlah titik di DKI Jakarta, antara lain:
Tahap I, Sunter-Semanan sepanjang 20,23 km (Juli 2018) dan Sunter-Pulo Gebang sepanjang 9,44 km (Januari 2019).
Tahap II, Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 12,65 km (Januari 2021) dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,6 km (Januari 2021)
Tahap III Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,7 km (Juli 2022) dan Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,157 km (Juli 2022).
Tol ini akan terkoneksi dengan jalan layang non tol di Casablanca, dengan lebar jalan masing-masing 25,8 meter. Masing-masing ruas akan dilengkapi jalur busway yang akan dilantasi bus umum di kanan dan kiri tol. (sip)