"Menurut saya, yang paling penting reshuffle itu agar kepercayaan publik pulih. Itu saja intinya," ujar Zulkifli di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8). (Lihat Juga: FOKUS Siapa Terdepak dari Kabinet Jokowi?)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena rombak kabinet merupakan hak prerogatif presiden, Zulkifli mengaku tidak pernah ada komunikasi dengan Presiden terkait hal tersebut. Namun, ia tak akan menolak jika dimintai pendapat Jokowi.
Kendati banyak desakan, Direktur Eksekutif Study For Indonesia Government Indepth (SIGI) Medrial Alamsyah mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak gegabah mengambil keputusan. Sebab, jika ia salah langkah, ia akan menjadi sasaran banyak pihak.
"Dia hanya punya kesempatan sekali ini. Dia harus memilih menteri yang mempunyai kapasitas dan loyalitas kepada dia," kata Medrial saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (8/8).
Bahkan untuk mendapatkan dampak perubahan yang besar, Medrial mengatakan tidak cukup hanya melakukan reshuffle. Jokowi juga harus meningkatkan kapasitas dirinya dalam melakukan koordinasi.
"Tidak cukup melakukan reshuffle memilih orang yang baik dan persoalan selesai. Jokowi juga harus meningkatkan kapasitas dalam melakukan koordinasi," ujarnya. (utd)