Presiden, ujar Pratikno, sudah sejak lama melacak lima menteri barunya. "Ini bukan proses mendadak. Ini proses yang panjang dan keputusannya baru kemarin dilakukan. Seperti mendadak, dalam konteks administrasi memang mendadak, tetapi proses pengurusannya sudah sangat lama," kata dia di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (13/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin memang ada keperluan untuk segera reshuffle kabinet supaya ada kepastian bagi dunia usaha. Kurang bagus kalau rencana reshuffle berlarut-larut karena kepastian politik penting untuk bisnis," kata Teten.
"Presiden akan terus melakukan evaluasi pada kabinet ini, tapi KPK dan PPATK juga bisa memeriksa laporan kekayaan mereka (menteri). Presiden bersikap terbuka," ujar Teten. (Baca juga: Pramono Anung Terakhir Lapor Harta Kekayaan 13 Tahun Lalu)
Kelima menteri yang Rabu kemarin (12/8) dilantik Jokowi di Istana Negara ialah Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramli sebagai Menko Kemaritiman, Sofyan Djalil sebagai Kepala Bappenas, Thomas Lembong sebagai Menteri Pedagangan, dan Pramono Anung sebagai Sekretaris Kabinet. (agk)