Menurutnya ada yang menyebut acara ini adalah upaya menggalang dukungan untuk Pilkada 2017. Ahok membantah keras tudingan ini. Ia juga mengatakan, jumlah pekerja honorer ini tak seberapa dibandingkan dengan jumlah warga DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggota DPRD yang ngomongin saya memanfaatkan PPSU untuk kumpulin KTP untuk menang pilkada, cari saja di google," ujarnya.
"Kalau ada yang lebih baik dari saya, tapi (tetap) pilih saya, itu bodoh," katanya.
Ahok menjadi Inspektur Apel dihadapan 33 ribu peserta apel yang diikuti dari berbagai dinas PPSU DKI Jakarta mulai dari Dinas Kebersihan,Dinas Perhubungan, Dinas Tata Air, Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Satpol PP hingga Dinas Pemadam Kebakaran.
Dalam amanatnya sebagai inspektur apel, Ahok berjanji akan menggratiskan angkutan bus TransJakarta untuk para petugas ini. Selain itu, Ahok juga berjanji akan membantu mereka yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi. (Baca juga: Ahok Janji TransJakarta Gratis untuk Pekerja Kebersihan)
Meski belum mendapat dukungan dari partai politik, Ahok sudah menyataka kesiapannya untuk jadi salah seorang peserta dalam pilkada DKI 2017. Hal ini direspon oleh orang-orang yang mengaku sebagai relawan Ahok. Melalui kelompok yang benama Teman Ahok, para relawan ini menggalang dukungan dengan cari mengumpulkan foto kopi warga DKI Jakarta.
Dari perkiraan jumlah warga DKI Jakarta sebanyak 10 juta orang, Ahok membutuhkan foto kopi KTP 750 ribu buah. Jumlah ini merupakan syarat untuk menjadi peserta pilkada dari jalur independen. Teman Ahok menargetkan bisa mengumpulkan foto kopi KTP sebanyak 1 juta. (sur)