Tampak panggung hiburan dan dua batang pohon pinang beserta hadiah berupa sepeda, makanan, minuman dan alat rumah tangga siap diperebutkan bagi mereka yang akan mengikuti lomba. Seseorang yang sedang bermain Flying Fox terlihat tengah menyeberangi Kali Ciliwung. Beberapa pedagang pun sibuk mengais rejeki di tengah keramaian yang sedang berlangsung.
Suasana panas terik tidak mengurangi antusiasme warga yang ingin menyaksikan lomba atau hanya sekadar menikmati hiburan yang disediakan panitia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adanya acara ini bertujuan untuk menghibur masyarakat dalam rangka hari jadi bangsa Indonesia ke-70. Acara ini sekaligus bertujuan mengubah masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai, yang hobinya buang sampah ke sungai sehingga mengakibatkan penyumbatan," ujar Agus.
Suasana semakin semarak ketika lomba panjat pinang dimulai. Beberapa pria mulai menumpuk diri secara bersamaan dan salah satu dari mereka mulai naik ke atas untuk memperebutkan hadiah di atas pohon pinang.
Meskipun jatuh berulang kali, mereka tetap mencoba naik. Setelah menghabiskan waktu satu jam, satu orang akhirnya bisa naik ke atas dan menurunkan berbagai hadiah.
Acara pesta rakyat yang digagas oleh Kodam Jayakarta mendapatkan apresiasi dari warga sekitar, meskipun lokasinya berada di pinggir kali. Meski meriah, beberapa pejabat negara, seperti Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama batal menghadiri acara ini.
"Seru acaranya ramai, buat saya tidak masalah acaranya dipinggir kali, saya justru kecewa karena Pak Gubernur enggak jadi datang," kata Sri, warga sekitar.
Menjelang sore, satu per satu warga mulai meninggalkan lokasi. Beberapa personel TNI terlihat membereskan beberapa perlengkapan acara. Adanya acara ini menunjukan pesta rakyat pinggir kali pun bisa menjadi hiburan bagi warga Jakarta di tengah sulitnya kehidupan di Jakarta. (ama/ama)