“Legalkan saja tak perlu setengah-setengah, bukankah era ini merupakan era kebebasan yang diidamkan para pejuang dan pendukung reformasi?” kicaunya dalam lini masa, Sabtu malam. (Baca juga: Ramai di Sosmed, YPKP: Bendera Palu Arit itu Provokasi)
Menurut Tommy, kejadian yang cukup mencolok itu bukan merupakan sebuah kecolongan seperti yang diberitakan banyak media massa. Namun, sebuah gerakan yang didasari kesengajaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tommy nampakya begitu menjatuhkan perhatian besar terhadap munculnya sombol palu arit pada acara karnaval di Pamekasan. Sebanyak 13 kicauan ia tuliskan dalam lini masa akun twitter pribadinya. (Baca juga: Dapat Ancaman FPI, Temu Nasional Korban 65 Dibatalkan)
Kicauan Tommy ini terpantik sebuah acara karnaval memperingati HUT Kemerdekaan RI di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Dalam acara itu, sebagian peserta dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Pamekasan, membawa atribut-atribut yang dihiasi sebuah simbol palu arit. Simbol yang digunakan oleh Partai Komunis Indonesia pada masanya. (Baca juga: KontraS: Belum ada Titik Terang Ihwal Nasib Korban Kasus '65)
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
(sip)