Teten mengungkapkan, Presiden telah menerima laporan dari Menteri Perhubungan bahwa Pesawat Trigana ATR 42 hilang kontak dalam perjalanan rute Jayapura-Oksibil, Papua. Jokowi, kata Teten, juga telah memerintahkan Kepala Badan SAR Nasional untuk memimpin langsung pencarian pesawat dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada. Sang Kepala Negara juga meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera bekerja untuk menyelidiki peristiwa ini. (Simak FOKUS: Pesawat Trigana Hilang di Papua)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mohon seluruh bangsa Indonesia, berdoa bersama semoga pesawat bisa segera ditemukan serta seluruh kru dan penumpangnya bisa diselamatkan," kata dia. (Baca juga: Polres Pegunungan Bintang Bantah Rumor Temuan Pesawat Trigana)
Pesawat tersebut diterbangkan oleh Capt. Hasanudin dengan Co. Pilot Ariadin, dan dua orang pramugari yaitu Ika N dan Ditta A, serta seorang teknisi Mario. (Baca juga: Trigana: Pilot Pesawat yang Hilang Sangat Berpengalaman)
Sementara, Trigana sendiri menyatakan dalam laman perusahaan mengoperasikan 7 jenis pesawat ATR 42-300. Pesawat tersebut mampu mengangkut beban maksimal 4.500 kilogram (kg), memiliki kemampuan terbang tanpa henti selama sembilan jam, dan mampu mendarat pada bandara dengan landasan pacu minimum 900 meter.
Malam ini Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata dan Direktur Perhubungan Udara Suprasetyo akan segera menuju ke Jayapura, Papua malam ini untuk mengecek situasi langsung di lapangan.
Tak hanya berdua, Barata menyebutkan, ada total enam orang lainnya yang akan ikut serta, satu orang dari tim Search and Rescue pusat, satu orang lainnya merupakan perwakilan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan empat lainnya merupakan staf dari Kementerian Perhubungan. (sip)