"Saat ini ada 32 anggota gabungan menjaga 54 jenazah yang berada di lokasi," ujar Soelistyo kepada CNN Indonesia, Selasa (18/8).
Soelistyo menjelaskan, 32 orang tersebut tediri dari 15 Tentara Nasional Indonesia, 10 personel Basarnas, lima masyarakat lokal, dan dua dari relawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Operasi Trigana Air, Beni Sumaryanto, menyatakan kecelakaan disebabkan oleh kondisi geografis Papua yang khas. “Kecelakaan kemarin terjadi karena area operasi (wilayah terbang) di pedalaman yang cuacanya berubah-ubah, serta terdiri dari pegunungan,” kata dia kepada CNN Indonesia, Selasa (18/8).
Kondisi cuaca di Pegunungan Bintang pun, ujar Beni, amat mudah berubah dan mempengaruhi jaringan komunikasi antara penerbang dengan bandara.
“Kami minim alat bantu navigasi komunikasi di Papua sehingga jangkauan komunikasi terbatas. Makanya kami selalu mengecek kondisi pilot dan pesawat sebelum penerbangan dilakukan," kata Beni. (pit)