"Saat ini disana tidak ada pendingin, kondisi disana sudah sangat dingin. Kami berharap semoga kondisi jenazah tetap aman tanpa alat pendingin," kata Deputi Bidang Operasi Badan SAR Nasional Heronimus Guru, Rabu (19/8) kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SIMAK FOKUS: Evakuasi Korban Trigana Air
Tim evakuasi sudah merencanakan akan membangun helipad atau menggunakan teknik hoisting atau menarik jenazah ke helikopter. Cuaca yang tak mendukung membuat tim lebih memilih jalur darat untuk evakuasi. (Baca juga: Gotong Jenazah Korban Trigana, Tim Berjalan Kaki 4,5 Jam)
Menurut Heronimus, kondisi jalur darat sangat sulit dilalui. Selain jauh, topografi wilayah Pegunungan Bintang juga berbukit-bukit. Kondisi ini membuat evakuasi jalur darat membutuhkan waktu enam jam berjalan kaki dari titik jatuhnya pesawat ke basecamp sementara.
Dari basecampe sementara, rencananya jenazah akan dibawa menggunakan helikopter ke Bandara Oksibil. Dari bandara tersebut, jenazah akan dibawa ke Jayapura untuk diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara. (sur)