Kepala Basarnas Frans Henry Bambang Soelistyo menyerahkan langsung kotak hitam itu kepada Ketua KNKT Tatang Kurniadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk CVR yang sudah diterima, KNKT akan langsung menganalisanya di laboratorium di Jakarta.
Norbert menjelaskan, proses analisis data VCR itu membutuhkan waktu sekitar satu sampai enam bulan, tergantung dari kondisi saat ditemukan.
Lebih lanjut, Norbert menyatakan, saat ini KNKT telah memiliki alat yang mampu membuka isi black box. Namun, tidak menutup kemungkinan melibatkan ahli dari luar KNKT bila proses analisis data black box menemui kesulitan.
"Semua black box sama saja. Perbedaannya hanya pada model. Secara fungsi untuk merekam kondisi, kemiringan, dan obrolan di pesawat," ujarnya. (Baca juga: Uang 6,5 Miliar dalam Kabin Trigana Ditemukan Hangus)
Sebelumnya, pesawat ATR 42 milik Trigana Air IL 257 jatuh di Pegunungan Bintang saat terbang dari Sentani menuju Oksibil, Minggu (16/8). Pesawat tersebut membawa 54 penumpang dan awak pesawat. Jasad seluruh penumpang dan awak pesawat kini sudah ditemukan.
Saat ini tim gabungan fokus pada upaya evakuasi jenazah korban dari lokasi jatuhnya pesawat ke RS Bhayangkara Jayapura. (sur)