"Isinya, kami berhak menugaskan BUMD seperti pemerintah pusat menugaskan BUMN untuk membangun prasarana relnya. Prasarana jni adalah milik negara. Nanti untuk operasionalnya baru dilelang," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Jumat (21/8).
Lelang operasional LRT tersebut akan diserahkan ke Kementerian Perhubungan. Hal ini dilakukan agar semua operasional koridor terintegrasi. "Kami mau benar-benar terintegrasi," ujar Ahok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, rapat di Menteri Perekonomian kemarin (20/8), kata Abdul, telah menghasilkan sistem yang sama. Sehingga proyek LRT yang disediakan oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bisa saling bersinergi.
"Jadi pusat juga jalan, DKI juga jalan. Nanti sistemnya terintegrasi, koordinasinya lewat Kementerian Perhubunhan (Kemenhub). Nanti Adhi Karya di jalurnya, DKI ya di DKI," ujar Abdul.
Pemprov DKI membutuhkan perpres untuk memulai membangun proyek LRT. Setelah perpres jadi, pembangunan pun akan segera dilakukan.
Sedangkan untuk peletakan batu pertama, di DKI diperkirakan akan terlaksana pada Januari 2016 mendatang.
Sebelumnya, groundbreaking pembangunan Light Rapid Transit (LRT) pada 17 Agustus terancam batal. Peraturan Presiden (Perpres) yang digunakan sebagai dasar hukum tak kunjung kelar. "17 Agustus tidak keburu. Lagi sibuk semua," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota, Jakarta. (pit)