"Jika memang TNI tidak melakukannya maka kita bisa dari negara lain, salah satunya Inggris," kata Badrodin saat ditemui di Mabes Polri, Jumat (21/8).
Badrodin menjelaskan, pelatihan dengan satuan dari Inggris tidak akan dilakukan di tanah Ratu Elizabeth melainkan di tempat latihan tertentu. Artinya, pelatih dari Inggris akan dipanggil ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, rencana latihan dengan Inggris belum jelas pelaksanaannya. Badrodin mengatakan bahwa penjajakkan akan dilakukan sesegera mungkin.
Wacana agar tim Brigade Mobil (Brimob) Polri menggelar latihan bersama dengan anggota TNI sudah didegungkan sejak lama tapi hingga kini belum ada realisasinya. Padahal latihan tersebut awalnya dicanangkan agar Polri bisa memiliki kemampuan lebih untuk menaklukkan kelompok teroris yang bermukim di medan pegunungan.
"Kita sebenarnya ada beberapa alternatif jika nantinya TNI tidak jadi melakukannya," kata Badrodin aaat ditemui di Mabes Polri, Jumat (21/8).
Sebenarnya, kata Badrodin, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah memberikan jawaban perihal wacana latihan tersebut.
Namun lantaran jawabannya tidak sesuai dengan keinginan Polri, maka Polri pun mempertimbangan berbagai alternatif lainnya.
"Jawaban Panglima adalah latihan tidak dilakukan di Batujajar (markas latihan Komando Pasukan Khusus), melainkan di Resimen Induk Kodam," katanya.
Menurut Badrodin seandainya latihan di Rindam maka latihan yang akan diterima anggota Polri tidak ada yang berbeda. Padahal yang dibutuhkan Polri sekarang adalah latihan yang sifatnya lebih kepada bertahan hidup.
“Yang anggota Polri perlukan adalah kemampuan untuk bisa melakukan penjajakan di hutan dan bagaimana melakukan evakuasi di hutan.” (pit)