Satpol PP hanya merobohkan 55 rumah warga kemarin karena proses pembongkaran baru bisa dilaksanakan siang menjelang sore. Selain itu hari ini Satpol PP juga menambah jumlah alat berat yang dipakai untuk membongkar rumah warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kendala di RW 01, backhoe sulit menjangkaunnya karena lahan yang tersisa cukup sempit dan curam jadi takut terjungkal," katanya.
Alat berat amphibi juga tidak bisa dilakukan. Oleh karena itu petugas akan membongkar bangunan yang berada di wilayah tersebut secara manual.
"Satu-satunya cara akan diruntuhkan manual," kata Kukuh. (Baca juga: Satpol PP Tambah Alat Berat untuk Percepat Pembongkaran)
Sepanjang hari ini penggusuran berlangsung dengan kondusif. Tidak ada bentrokan yang terjadi. Menurut Kukuh, hal tersebut karena sosialisasi yang dilakukan oleh lurah, camat dan walikota. Rencananya, penggusuran ini akan berlangsung di area sepanjang 1,8 kilometer dan akan menggusur total 514 bidang rumah warga.
Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, saat ini proses penggusuran telah dihentikan. Alat berat pun sudah berada di Jalan Raya Jatinegara Barat. Namun, arus lalu lintas masih belum dibuka. Tampak ratusan warga masih berkumpul di sekitar lokasi penggusuran. (sur)