"Kami ingin tahu sekali tentang pelabuhan Rotterdam yang besar, termasuk reklamasi yang mereka lakukan. Konsep kerja sama swasta mereka itu seperti apa," ujarnya di Jakarta, pagi tadi.
Mantan Bupati Belitung Timur itu menuturkan, kondisi rupiah yang melemah atas dollar Amerika Serikat saat ini cukup menyulitkan pemerintah menjalankan program pembangunan. Pada pertemuan dengan Ahmed nanti, Ahok pun berencana menjajaki skema kerja sama dalam bentuk materi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami butuh yang berpengalaman dan yang punya duit. Yang paling cocok adalah Rotterdam," kata Ahok.
Ahmed tercatat sudah dua kali menemui Ahok di Jakarta. Ia memperkirakan, tanggal 19 September mendatang akan membalas kunjungan Ahmed.
Lahan reklamasi Rotterdam yang dimaksud Ahok adalah Maasvlakte 2. Lahan seluas kurang lebih 2000 hektar tersebut merupakan satu dari dua pembangunan terbesar yang pernah dilakukan pemerintah Belanda.
Sebagian lahan reklamasi tersebut kemudian dioperasikan sebagai pelabuhan dagang. Setiap tahunnya, Maasvlakte 2 dapat menampung sekitar 2,35 juta kontainer. (pit)