Bahkan, koruptor juga masih leluasa tertawa-tawa saat berhadapan dengan komisi anti rasuah. Hal tersebut disampaikan Agus di hadapan Panitia Seleksi (Pansel) KPK di Sekretariat Negara (Setneg), Senin (24/8). (Lihat Juga: 19 Capim KPK Jalani Uji Wawancara)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendidikan tidak cukup kalau anak-anak tiap hari tidak melihat contoh. Kepala sekolah jualan lembar kerja siswa, itu tidak boleh. Seorang guru koordinir darma wisata dan gurunya gratis itu tidak boleh," ujar dia.
Selain itu, Agus juga menyampaikan pentingnya peran teknologi informasi pada setiap sistem pemerintahan, terutama bidang pendidikan dan kesehatan.
Di bidang pendidikan, misalnya, jika teknologi informasi bisa melebur ke dalam sistem pendidikan, maka sekolah bisa langsung diawasi oleh orangtua atau wali murid. Dengan demikian, kecurangan atau pencurian bisa diminimalisir.
Lalu, pada bidang kesehatan, masyarakat penghasilan rendah diberikan kesempatan untuk memiliki akses terhadap jumlah tempat tidur yang masih layak pakai dan jumlah dokter yang bertugas. Agus menjanjikan jika ia terpilih jadi pimpinan, maka KPK akan mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Kesehatan untuk memakai mengintegrasikan teknologi informasi dalam sistem-nya.
"Jadi, Presiden tinggal klik bisa tahu hal di lapangan," ujar Agus. (utd)