"Pasti ditampung dulu setiap ada masukan untuk capim KPK," ujar Destry di Gedung Sekertariat Negara, Jakarta, Senin (24/8)
Destry mengatakan laporan ICW tersebut akan dijadikan bagian bobot pertanyaan saat sesi tanya jawab dalam wawancara terbuka dengan para capim. "Jadi nanti pada saat tes wawancara akan diklarifikasi, akan kita tanyakan ke capim," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, Koordinator Divisi Investigasi ICW Febri Hendri menilai ada 10 dari 19 nama kandidat capim KPK memiliki catatan negatif berkategori 'sedang' hingga 'berat'.
Sementara itu, tiga kandidat lainnya diduga terkait atau memiliki hubungan dengan jaringan intelijen. Dua kandidat tercatat memiliki kaitan dengan jaringan politik atau diduga memiliki ketertarikan politik pada (pemilu) 2019.
Selain itu, pada aspek kualitas, tiga orang diduga memiliki kinerja buruk dalam penyidikan kasus korupsi dan sedikit pengalaman dengan penyidikan atau penuntutan kasus korupsi. Dua orang lainnya dipertanyakan soal keberaniannya memberantas korupsi.
Pada aspek sadministrasi, ada dua orang kandidat diduga bermasalah dengan pajak. Sementara seorang lainnya diduga bermasalah dengan ijazah. (hel)