"Melalui film ini kita bisa tahu bagaimana para mafia itu mengelola anggotanya, bagaimana modus operandi, bagaimana metode-metode, bagaimana penyembunyian alat-alat senjata," kata Basaria saat wawancara terbuka dengan Pansel KPK, Kementerian Sekertariat Negara, Jakarta, Senin (24/8).
Basaria mengatakan film yang diperankan Al Pacino dan Robert De Niro ini kerap dijadikannya referensi saat melakukan perbandingan ataupun penyidikan pada suatu kasus.
"Karena biasanya mereka (pelaku kejahatan) juga suka meniru film," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kariernya sebagai polisi wanita dimulai sejak menjadi siswi di Sekolah Calon Perwira (Sepa) Polri di Sukabumi. Lulus sebagai polwan berpangkat Ipda, Basaria langsung ditugaskan di Reserse Narkoba Polda Bali.
Basaria yang juga jenderal bintang satu, sebelumnya menjabat sebagai Kapusprovos Divpropam Polri (2009), Karo Bekum SDelog Polri (2010). Basaria pun pernah menjabat sebagai Kepala Biro Logistik Polri, Kasatnarkoba di Polda NTT dan menjadi Direktur Reserse Kriminal Polda Kepulauan Riau. Dari Batam, Basaria ditarik ke Mabes Polri, menjadi penyidik utama Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim.
Sebagaimana diketahui, hari ini, Senin (24/8) hingga Rabu (25/8) berlangsung tes wawancara terhadap 19 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Tes wawancara akan digelar terbuka di Ruang Serba Guna, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.
Masing-masing kandidat akan diberi waktu satu jam untuk menjawab pertanyaan panel. Menurut juru bicara Panitia Seleksi Betti Alisjahbana, panel terdiri dari praktisi dan akademisi.
(hel)