Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menilai bahwa konsep awal dari DPR RIuntuk menjadi pusat dari mimpi anak bangsa yang digelorakan melalui revolusi untuk memerangi kapitalisme dan imperialisme.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa kompleks Parlemen Senayan menjadi bagian dari revolusi mental yang diperlukan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Hal tersebut, lanjut Hasto, akan membuat adanya monumen yang bersifat edukatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, banyaknya retak di beberapa bagian gedung DPR RI menambah kenyataan bahwa gedung tersebut memang butuh perbaikan. Kebutuhan infrastruktur dan perbaikan citra kinerja menjadi dua hal yang perlu diperhatikan pada DPR saat ini.
"Ada momentumnya, tentu kami akan diskusikan lebih lanjut dengan pimpinan dewan," katanya.
Sebelumnya DPR RI merencanakan sebuah program pembangunan yang terdiri atas tujuh tahapan. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah selaku ketua tim pembangunan merinci tujuh program pembangunan tersebut.
Tahap pertama dimulai dengan membangun alun-alun demokrasi yang berbentuk plaza reformasi bagi publik. Tempat ini akan menjadi tempat unjuk rasa dan penyampaian aspirasi publik terbesar di Indonesia. Tahap kedua adalah membangun museum dan perpustakaan. Fahri mengungkapkan pembangunan tersebut akan menggunakan gedung bundar yang lama. Menurut Fahri Gedung bundar adalah ikon nasional yang mendunia dan kaya pengetahuan.
Tahap ketiga adalah membangun akses publik ke gedung DPR RI untuk mempermudah tamu dan publik agar bisa mengunjungi fasilitas yang ada di perpustakaan, museum, dan ruang sidang di komplek parlemen tersebut.
Selanjutnya, tahap keempat, adalah pusat pengunjung. Pusat pengunjung akan dikelola sebagai aktivitas menerima pengunjung harian untuk menimba ilmu, berdiskusi, dan berwisata.
Tahap kelima adalah membangun ruangan pusat pengkajian legislasi dan revisi undang-Undang.
Tahap terakhir adalah integrasi kawasan untuk mengintegrasikan kawasan bagi anggota dan akan menjadi ikon baru dan menjadi tempat kunjungan warga negara Indonesia dan warga negara asing. (pit)