"Sudah kami koordinasikan dan prosesnya bertahap. Perekrutannya sebentar lagi akan diumumkan ke publik," ujar Sutiyoso kepada CNN Indonesia seusai rapat koordinasi di Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta, Senin (31/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seribu orang anggota intelijen baru merupakan tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Sutiyoso. Tugas tersebut sudah terlontar bahkan sebelum Sutiyoso dilantik menggantikan Kepala BIN terdahulu, Marciano Norman. (Baca: Belum Dilantik, Sutiyoso Minta Anggaran BIN Naik)
“Jadi kami akan rekrut 1.000 orang dengan kualifikasi dari berbagai disiplin ilmu,” ujar Sutiyoso. (Baca: Jokowi Beri Target Sutiyoso Rekrut 1.000 Intelijen Baru)
Setiap tahun, lembaga telik sandi yang bermarkas di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, ini sebenarnya rutin menggelar rekrutmen anggota baru yang nantinya akan berstatus sebagai pegawai negeri sipil.
Jumlah peserta seleksi CPNS itu memang tidak sebanyak peserta di seleksi CPNS kementerian dan lembaga negara lain, seperti Kementerian Keuangan ataupun Kementerian Luar Negeri.
Penelusuran CNN Indonesia, seleksi CPNS BIN pada tahap tes kompetensi bidang pada 2014 misalnya, hanya diikuti 300 peserta. Dari jumlah itu, hanya 94 orang saja yang lolos.
Syarat administrasi yang harus dipenuhi CPNS BIN memang serupa dengan kementerian atau lembaga negara lainnya. Namun, mereka yang lulus seleksi masih akan terus dipantau kemampuan dan ideologinya. Tak sedikit calon anggota BIN yang dikeluarkan karena dua alasan tersebut. (obs)