Menurut anggota Komisi IX DPR Irma Suryani, demonstrasi buruh saat ekonomi sedang labil saat ini adalah hal yang lumrah. Wajar jika buruh mengkritisi pemerintahan Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, anggota Fraksi NasDem ini meminta pemerintah banyak membuka lapangan kerja.
"Membuka lapangan kerja itu tidak harus ada syarat-syarat yang diminta oleh investor, mereka membawa tenaga kerja asing untuk bekerja di sini juga, ini harus jelas," katanya.
Misalnya, ia mencontohkan, saat perusahaan asing membawa tenaga kerja sendiri, harus ada jangka waktu tertentu untuk sektor tertentu pula. (Baca juga: Kisah Ratusan Pekerja China di Tanah Lebak)
Kapada buruh, Irma berharap demonstrasi digelar secara damai dan sebisa mungkin aksi kekerasan bisa dicegah. "Kalao aksi ditunggungi kepentingan tertentu yang rugi buruh sendiri," kata Irma. (Baca juga: Jokowi Ajak Tukang Ojek dan Sopir Angkot Makan Siang)
Hari ini ribuan buruh dari berbagai elemen buruh turun ke jalan. Dari dari Jabodetabek, Kerawang dan Jawa Timur, buruh akan berunjuk rasa di depan istana.
Soal tenaga kerja asing akan jadi sorotan buruh. Selain itu, buruh juga masih memperjuangkan isu-isu lama dari mulai upah layak, sistem alih daya, hinga jaminan kesehatan. (sur)