“Bahagia kalau pulang ke rumah. Bisa juga kembali lagi ke polisi dan diamanatkan menjadi Kabareskrim," ujar Anang di Kantor BNN, Jakarta, Jumat (4/9), setibanya dari perjalanan dinas ke Taiwan dan Fiji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergantian jabatan Buwas –sapaan Budi Waseso– dan Anang itu sebelumnya telah dibahas oleh Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi Polri yang diketuai Kapolri dan beranggotakan Wakapolri, Inspektur Pengawasan Umum Polri, Kepala Lembaga Pendidikan Polri, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, serta Kabareskrim.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengupayakan menggelar pelantikan para perwira tinggi dengan jabatan baru itu pekan depan. (Baca juga: Budi Waseso Mulai Berkantor di BNN Pekan Depan)
Di Mabes Polri, Buwas menyatakan yakin Anang, selaku seniornya, tak akan berhenti mengusut berbagai kasus korupsi yang saat ini ditanganinya. Buwas menitipkan kasus-kasus itu, terutama yang menjadi prioritas karena ditaksir merugikana negara triliunan rupiah, kepada Anang.
“Saya yakin tugas saya yang belum selesai akan diselesaikan oleh beliau. Ada sembilan kasus yang nilainya triliunan. Itu semua saya titipkan,” kata Buwas.
Ia pun siap memimpin BNN yang selama ini berada di bawah komando Anang. Bagi Buwas, mafia narkoba sama berbahayanya dengan korupsi, dan ia akan bertindak tegas terhadap mereka. (Baca: Saya Akan Tetap Buwas di BNN, Lihat Saja) (agk)