"Kejahatan tidak hanya korupsi. Semua harus mendapatkan penanganan yang seimbang. Yang paling penting adalah menanamkan team building dan membangun polisi menjadi teladan," ujar Anang di Kantor Badan Narkotika Nasional, Jumat (4/9), setibanya dari perjalanan dinas dari Taiwan dan Fiji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengalaman saya di Kepolisian 32 tahun. Jabatan saya, tidak pernah saya tahu. Jabatan itu amanah, bukan diminta. Saya 24 kali dipindah, tidak pernah tahu. Jadi sekali lagi, jabatan profesional itu tidak pernah tahu," ujar Anang.
Buwas –sapaan Budi Waseso– kini menggantikan posisi Anang sebagai Kepala BNN, sementara Anang menggantikan tempatnya sebagai Kabareskrim. (Baca juga: ‘Kemelut’ di Malam yang Menentukan Bagi Budi Waseso)
Semula Buwas dikabarkan digeser karena para penyidik Bareskrim di bawah komandonya dianggap menimbulkan kegaduhan dalam mengusut kasus-kasus ekonomi, padahal kondisi perekonomian nasional sedang memburuk. (Baca: Lingkaran Badai Budi Waseso)
Namun Buwas membantah membuat gaduh. Ia menyatakan kepindahannya dari Bareskrim bukan pencopotan, melainkan justru promosi karena di BNN ia naik eselon dan mendapat tunjangan jabatan lebih tinggi. (agk)