Menurut keterangan Wakil Ketua dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Ramelan, ratusan preman datang sejak pukul 04.00 WIB pagi. (Lihat Juga FOKUS Buruh Kembali Kepung Jakarta)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sistem kontrak bahkan mau diterapkan juga kepada pekerja yang sudah puluhan tahun bekerja. Kami tidak terima itu," kata Ramelan. "Alasannya, direksi sudah menyatakan tidak akan ada karyawan kontrak. Kok, berubah."
"Kami sudah tiga kali diusir. Kami tetap pada tuntutan ingin karyawan yang di-PHK bisa kembali bekerja," ujar Ramelan.
Perusahaan, kata Ramelan, mulai merumahkan pekerja tetapnya tertanggal 26 Agustus ini tanpa adanya alasan yang jelas. Sebanyak 200 buruh yang di-PHK, kata Ramelan, merupakan karyawan tetap yang menolak adanya sistem kerja kontrak.
Sementara itu, perwakilan PT Klip Plastik Indonesia, Budi, ketika dikonfirmasi CNN Indonesia menolak untuk berkomentar lebih jauh tentang aksi demonstrasi ratusan karyawan mereka tersebut.
PT Klip Plastik Indonesia bergerak di bidang industri kantong Klip Plastik serta menjadi produsen dan eksportir untuk kantong klip. (utd)