"Rencananya kami ingin melebarkan trotoar dan membuat kawasan itu menjadi area yang dalam istilah anak muda, tempat hang out. Bayangin hang out di Sudirman-Thamrin," kata Ahok di Jakarta, Senin (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok juga berharap agar para pemilik gedung memasang LED di dinding-dinding gedungnya. Jadi kalau pemilik gedung ingin memasang iklan perusahaan mereka, mereka tidak perlu membayar pajak. (Lihat Juga: Ahok: Biaya Perbaikan Trotoar Rp 35 Miliar Tak Masuk Akal)
Ahok menjelaskan, dulu perusahaan yang ingin memasang iklan mesti melalui perusahaan iklan. Ke depannya Ahok ingin menghapuskan mekanisme tersebut. Setiap pemilik gedung bisa memasang iklan mereka di layar LED yang mereka miliki sendiri.
Menurut Ahok, penggunaan trotoar sebagai tempat nongkrong tidak menjadi persoalan asalkan tidak mempersempit jumlah jalur bagi pengguna kendaraan.
"Prinsipnya bukan mengecilkan jalan. Yang penting kalau 4 jalur ya 4 jalur. Jangan ada 6 terus jadi 5 atau 4. Itu macet," ujar Ahok.
Untuk mewujudkan rencana penataan kawasan Sudirman-Thamrin tersebut, Pemerintah DKI mesti menunggu selesainya proyek Mass Rapit Transit (MRT). MRT rencananya rampung pada 2018 hingga 2019 mendatang. (utd)