“Karena kami merasa, kehadiran kami dalam Jumpa Pers bersama Donald Trump tersebut tidak melanggar Kode Etik Anggota DPR,” kata Setya dalam keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia hari ini, Senin (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, publik harus memiliki pengetahuan yang utuh tentang dugaan pelanggaran kode etik yang ditudingkan kepada dirinya. Penyelidikan MKD diperlukan agar memperjelas posisi dan status dugaan pelanggaran tersebut.
Siang tadi, pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat menggelar rapat internal siang ini dengan pembahasan menanggapi isu-isu publik termasuk kehadiran Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto cs. di kampanye Donald Trump.
Foto Ketua DPR Setya Novanto bertemu dengan kandidat calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump beredar di sejumlah media asing, sejak Kamis (3/9).
Dalam keterangan foto yang dicantumkan Reuters, Setya terlihat berada di sisi Trump ketika Trump tengah meluncurkan siaran pers dengan Komite Nasional Partai Republik, RNC di Trump Tower di Manhattan, New York, pada Kamis.
Dalam akhir konferensi pers, Trump memperkenalkan Setya Novanto kepada publik. Setya dilaporkan hadir di acara itu bersama dengan rombongannya, termasuk Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Mereka pun sempat bercakap soal politik dan ekonomi dua negara. (rdk)