"Sistem tesnya itu orang duduk di depan komputer, soalnya diacak, nanti komputer mainin soalnya. Lalu hasil tes keluar dengan angkanya. Nah, angka inilah yang dikombinasikan dengan interview dari psikolog dan makalah," kata Ahok di Balai Kota, Senin (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski telah menggunakan beberapa sistem untuk merotasi pegawainya, Ahok menyebut mungkin saja menerima PNS yang mendapat status 'tidak disarankan' oleh psikolog, asalkan ada alasan yang dapat diterima.
Menurut Ahok ada beberapa kriteria yang lebih penting lagi dibandingkan dengan hasil tes tersebut. Salah satunya mempunyai keinginan yang kuat untuk melayani masyarakat.
"Yang penting bagi saya dia nurut, dia loyal, jujur, punya hati melayani, berusaha keras melayani keluhan dari warga," ujar Ahok.
Pada Jumat (4/9) pekan lalu, Ahok melantik 327 pejabat eselon II,III dan IV . Dari pelantikan tersebut 15 orang dilantik jadi eselon II, satu orang dilantik menjadi kepala Kantor Regional V, 96 orang dilantik menjadi eselon III dan 215 orang dilantik menjadi eselon IV. (meg)