"Kebakaran hutan bukan baru terjadi kemarin, tapi sudah 18 tahun. Bahkan jika dihitung sejak medio 1980-an artinya sudah 30 tahun terjadi," kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Teguh Surya saat ditemui di Jakarta, Kamis (10/9). (Lihat FOKUS Siapa di Balik Kebakaran Hutan)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jika gambut kering maka tanaman tersebut bisa terbakar dengan sangat mudah. "Itu bukan hanya di Sumatera tapi terjadi juga di Kalimantan," kata Kiki.
"Untuk hotspot atau titik api, ada 3464 yang terjadi di lahan gambut dan 5076 di lahan mineral," kata Kiki.
Kiki pun menunjukkan data di mana dalam lima tahun terakhir karhutla di Indonesia mengalami peningkatan signifikan.
Pada 2010, berdasarkan data NASA, terdapat sekitar 1.239 titik api di seluruh Indonesia. Sedangkan pada 2011, titik api meningkat tajam hingga mencapai angka 5.701 titik.
Pada 2012, titik api kembali meningkat sedikit menjadi 5.848 titik, dan sempat menurun pada 2013 menjadi sekitar 5.700-an titik api.
"Pada 2014 kemarin titik api meningkat tinggi hingga mencapai 10.361 titik. Sementara di 2015, sampai 7 September kemarin jumlah titik api ada 8.540 titik," kata Kiki. (utd)