Menurut Luhut kedua belah pihak, yakni Gereja Injil di Indonesia (GIDI) dan ulama-ulama Islam di Tolikara sudah berjanji untuk menjaga kedamaian. Hal tersebut diterimanya, setelah menemui seluruh tokoh-tokoh Tolikara, baik GIDI dan ulama pada Ahad lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berkoordinasi dengan TNI, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Suharsono mengatakan petugas juga melakukan pendekatan kepada komunitas keagamaan di Tolikara.
Kegiatan seperti penyuluhan dan komunikasi diperbanyak jelang perayaan hari raya kurban utnuk menciptakan kondisi yang kondusif.
Pembubaran itu dilakukan diduga lantaran jemaah salat menggunakan pengeras suara. GIDI sebelumnya telah mengimbau umat islam untuk tidak menggunakan pengeras suara karena bisa mengganggu kegiatan yang mereka laksanakan.
Akibat peristiwa itu, ratusan warga Muslim terpaksa mengungsi dan sejumlah bangunan hangus terbakar. Polisi sudah menetapkan dua tersangka terkait kerusuhan ini yakni Arianto Kogoya dan Jundi Wanimbo. (sip)