"Khusus untuk Tolikara karena ada pengalaman kemarin jadi kami perlu berikan pengamanan ekstra," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Suharsono di Mabes Polri, Jumat (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski pengamanan di Tolikara menjadi lebih ekstra, Suharsono menegaskan pengamanan di lokasi-lokasi lain pun tetap dilakukan. Polri juga sudah memberikan instruksi pada kepolisian daerah agar melakukan pengamanan dengan maksimal.
Kerusuhan dan aksi kekerasan pecah di Tolikara saat salat Idul Fitri, Juli lalu. Sekelompok orang menyerang dan membubarkan jemaah salat Id.
Pembubaran itu dilakukan lantaran jemaah salat menggunakan pengeras suara. Sebelum insiden terjadi, komunitas agama lain yang merupakan mayoritas di Tolikara telah mengimbau umat Islam untuk tidak menggunakan pengeras suara karena bisa mengganggu kegiatan yang mereka laksanakan secara bersamaan.
Akibat peristiwa itu, ratusan muslim terpaksa mengungsi dan sejumlah bangunan hangus terbakar. Polisi sudah menetapkan dua tersangka terkait kerusuhan ini, yakni Arianto Kogoya dan Jundi Wanimbo. (sur)