Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan pembentukan Satgasops tersebut merupakan penjabaran dari instruksi Presiden Joko Widodo kepada Kepala BNPB Willem Rampangilei untuk segera memadamkan api dan mengilangkan asap dengan membuat operasi darurat asap. (Baca Juga FOKUS Derita Warga Dikepung Kabut Asap)
Sutopo mengatakan untuk mempercepat penanggulangan karhutla, BNPB menambah empat helikopter water bombing untuk pemadaman udara. Sehingga sampai saat ini sudah ada 17 helikopter yang dikerahkan BNPB. Seluruh helikopter tersebut ditempatkan di beberapa wilayah, diantaranya di Riau 3, di Sumatera Selatan 4, di Jambi 3, di Kalimantan Barat 2, di Kalimantan Tengah 3, di Kalimantan Selatan 1 dan di Kalimantan Timur 1. (Baca Juga: Kadin: Kebakaran Hutan Rugikan Ekonomi Riau Rp 20 Triliun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, pada 2013 dan 2014, BNPB pernah menerjunkan pasukan TNI dan Polri untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Riau. Pada 2013 sebanyak 1.800 personel TNI dan Polri diterjunkan mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Riau, sedangkan pada 2014 sebanyak 2.725 personel TNI-Polri.
Rencananya besok, sebanyak 400 personel Brimob akan dikirimkan dari Jakarta menuju Sumatera Selatan dan Jambi untuk membantu penegakan hukum kebakaran hutan. Selain itu, seratus personel Brimob dari Polda Kalimantan Selatan juga akan dikirimkan ke Kalimantan Tengah. Untuk membantu penegakan hukum di Riau, 100 personel Brimob dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara akan digerakkan ke Riau.
(utd)