Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan menanggulangi kebakaran hutan dan pencemaran asap yang semakin meluas di wilayah Riau dan sekitarnya merupakan tugas mulia bagi seorang prajurit, yakni untuk menyelamatkan ekosistem hutan dan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat. (Lihat Juga FOKUS Derita Warga Dikepung Kabut Asap)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satgas Operasi Penanggulangan Kebakaran Hutan terdiri dari berbagai satuan, yaitu Divif-1 Komando Strategis Angkatan Darat Cilodong (TNI AD) sebanyak 708 personel, serta Marinir (TNI AL) dan Pasukan Khas (TNI AU) sebanyak 351 personel.
Dalam acara pelepasan tersebut hadir pula Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Laksamana Madya (Purn) Willem Rampangilei, Kepala Staf Umum Marsekal Madya Dede Rusamsi, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Bagus Puruhito serta seluruh pejabat di lingkungan TNI.
Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi bersama terkait penanganan kebakaran hutan dan bencana asap pada hari ini, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan. (Lihat Juga: Luhut soal Kebakaran Hutan: Kepala Daerah Jangan Main-main!)
Luhut juga mengingatkan para kepala daerah untuk menanggapi serius persoalan ini. Peringatan itu ia sampaikan dalam Rapat Satuan Tugas Pengendalian Nasional Operasi Darurat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Selasa.
“Harus tindak tegas pelakunya karena masalah kebakaran hutan dan lahan telah terjadi berulang-ulang. Saya minta kepala daerah tidak main-main!” kata Luhut dengan nada keras saat memimpin rapat. (utd)