Kebakaran Hutan, Seribu Lebih Prajurit TNI Berangkat ke Riau

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2015 16:46 WIB
Panglima TNI berpesan agar para prajurit tidak mudah menyerah dalam memadamkan api dan memperhatikan faktor keamanan pada situasi sulit sekalipun. Sejumlah personel TNI AD dari Kodim 0415-Batanghari mencoba memadamkan kebakaran lahan gambut milik warga di Gambut Jaya, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (10/9). (AntaraFoto/ Wahyu Putro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Nasional Indonesia mengerahkan 1.059 prajurit untuk menanggulangi kebakaran hutan dan kabut asap di Riau. Seluruh prajurit tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Penanggulangan Kebakaran Hutan yang dipimpin oleh Asintel Divif-1 Kostrad Kolonel Infanteri Dwi Suharjo.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan menanggulangi kebakaran hutan dan pencemaran asap yang semakin meluas di wilayah Riau dan sekitarnya merupakan tugas mulia bagi seorang prajurit, yakni untuk menyelamatkan ekosistem hutan dan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat. (Lihat Juga FOKUS Derita Warga Dikepung Kabut Asap)

“Kepada setiap satuan tugas agar dapat menyisir setiap sudut hutan yang berpotensi timbul titik api kebakaran, dan memanfaatkan serta mengefektifkan alat pemadaman yang dibawa," ujar Gatot saat melepas Satgas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/9). (Lihat Juga: Komisi IV DPR: Pemerintah Tak Beres Cegah Kebakaran Hutan)


Gatot berpesan agar para prajurit yang membantu memadamkan api tidak mudah menyerah terhadap kondisi yang ada dan senantiasa memperhatikan faktor keamanan dalam situasi sulit sekalipun. Seperti diketahui, kebakaran hutan telah memakan satu korban sejauh ini, yakni Kepala Resort Suaka Margasatwa Cikepuh, Dulman Effendi. (Baca Juga: Kisah Dulman, Tewas Hirup Asap Saat Padamkan Kebakaran Hutan)

Satgas Operasi Penanggulangan Kebakaran Hutan terdiri dari berbagai satuan, yaitu Divif-1 Komando Strategis Angkatan Darat Cilodong (TNI AD) sebanyak 708 personel, serta Marinir (TNI AL) dan Pasukan Khas (TNI AU) sebanyak 351 personel.

Lebih lanjut, Satgas Operasi Penanggulangan Kebakaran Hutan diberangkatkan dengan menggunakan satu pesawat Hercules dan tiga pesawat NC-295. Rencananya, satgas tersebut akan bertugas selama 14 hari dan dibekali dengan berbagai perlengkapan untuk penanggulangan kebakaran dan asap.

Dalam acara pelepasan tersebut hadir pula Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Laksamana Madya (Purn) Willem Rampangilei, Kepala Staf Umum Marsekal Madya Dede Rusamsi, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Bagus Puruhito serta seluruh pejabat di lingkungan TNI.

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi bersama terkait penanganan kebakaran hutan dan bencana asap pada hari ini, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan. (Lihat Juga: Luhut soal Kebakaran Hutan: Kepala Daerah Jangan Main-main!)

Luhut juga mengingatkan para kepala daerah untuk menanggapi serius persoalan ini. Peringatan itu ia sampaikan dalam Rapat Satuan Tugas Pengendalian Nasional Operasi Darurat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Selasa.

“Harus tindak tegas pelakunya karena masalah kebakaran hutan dan lahan telah terjadi berulang-ulang. Saya minta kepala daerah tidak main-main!” kata Luhut dengan nada keras saat memimpin rapat. (utd/utd)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK