Advertorial

Melalui Nalacity, Mantan Penderita Kusta Kembali Bersemangat

Advertorial, CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2015 00:00 WIB
Melalui Nalacity, Mantan Penderita Kusta Kembali Bersemangat Hafiza bersama OYPMK di Kampung Sitanala, Tangerang (Dok. Pribadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hafiza Elvira (25 tahun) mengawali kegiatan sosial Nalacity Foundation dari tugas kampus di tahun 2011. Ia bersama empat temannya di Universitas Indonesia, memberdayakan para mantan penderita kusta di Kampung Sitanala, Tangerang untuk produktif membuat produk kreatif busana muslim. Dengan modal kegiatan sebasar 7,5 juta yang didapatnya dari program kampus. 

Kampung kusta Sitanala merupakan sebuah daerah di Tangerang yang memiliki rumah sakit khusus untuk para penderita kusta. Ketika pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh, mereka memutuskan untuk tidak kembali ke tempat asal dan menetap di lingkungan sekitar rumah sakit.  

Hal tersebut karena mereka merasa malu dengan dampak kusta yang menyebabkan kecacatan permanen pada tubuhnya. Banyaknya Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) di sana, Sitanala terkenal dengan sebutan Kampung Kusta. 


Di tahun 2012, setelah tidak mendapatkan lagi pendanaan dari kampus, Hafiza dan ke empat tetap menjalankan proyek sosial ini. Mereka mulai memperlajari konsep social enterprise.  

Diharapkan dengan konsep ini, Nalacity dapat menjadi roda kehidupan yang tidak hanya memberikan charity tetapi juga kemandirian dan skill agar masyarakat OYPMK di Sitanala dapat berdaya. 

Soal pilihan produk, mengapa Hafiza memilih jilbab bermanik, baju bermanik, dan bros ia mengatakan bahwa produk tersebut merupakan produk yang paling mudah di buat oleh OYPMK. Mengikat mereka memiliki keterbatasan gerak. 

"Ada, keterbatasan gerak tangan karena efek dari terlambatnya penanganan kusta di masa lalu sehingga jemari mereka tidak fleksibel dan tidak dapat bergerak dengan cepat. Hal ini turut mempengaruhi kapasitas produksi sehingga masih menjadi tantangan bagi kami." cerita wanita lulusan UI ini. 

Pola bermanik yang cantik dan khas, membuat produk ini dapat digunakan oleh perempuan dari usia remaja sampai dewasa, tetap cocok mengenakannya. Soal harga, produk dari Nalacity ini berkisar dari harga 20.000 hingga 200.000. Untuk proses pemasaran sendiri, Nalacity masih memasarkannya secara online di media sosial. 

Kedepannya melalui Nalacity, #AkuAkan terus mengalirkan kebaikan untuk membantu membangung desa Sitanala agar lebih mandiri dan berdaya sehingga tidak ada lagi diskriminasi terhadap mereka. 

Tidak hanya sampai disitu, ia pun berharap dapat berkolaborasi dengan banyak komunitas kreatif yang ingin turut membangun Sitanala.  Nalacity juga memiliki projek khusus untuk menyambut hari kusta sedunia di pekan terakhir bulan Januari 2016.

Nalacity akan berkolaborasi membuat produk bersama fashion designers dan seniman craft Indonesia.