Anggota Komisi III DPR itu menyatakan, menjalankan kebijakan partai di DPR dengan mengacu kepada hasil Musyawarah Nasional partai yang telah menyusun rencana strategis dan program prioritas.
"Fraksi sebagai etalase partai menyesuaikan dengan renstra," kata Jazuli kepada CNN Indonesia, Rabu (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mengungkapkan penting untuk dipahami, terutama oleh para kader PKS, berada di dalam atau pun di luar pemerintah adalah hal yang sama. “Loyal itu artinya PKS tetap loyal kepada kepentingan bangsa, kalau KIH bagus programnya, kita dukung," jelas Sohibul.
Dia juga mengatakan bahwa Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) masih diperlukan. Dia hanya memberi catatan bahwa koalisi itu harus didasarkan pada agenda yang berpihak kepada masyarakat.
Saat Munas Sohibul Iman memberikan tiga pesan bari para kader PKS. Pertama dia meminta para kadernya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas diri masing-masing. Peningkatan kualitas individu ini jadi hal penting untuk mengingatkan kembali PKS sebagai partai kader dan partai dakwah.
Pesan kedua adalah meminta seluruh kader PKS untuk bekerja sama dengan seluruh eleman bangsa, tidak memandang suku, agama, ras dan antar golongan. Indonesia punya ada 8-10 partai yang mewakili seluruh golongan .
Dengan jumlah itu, partai peraih 20 persen suara akan menjadi pemenang, tetapi tidak akan pernah mayoritas. Untuk itu, syarat utama membangun Indonesia adalah bekerja sama. Tanpa kerja sama, Indonesia tidak akan bisa bekerja dan maju.
Pesan ketiga, meminta semua kader PKS untuk bekerja secara nyata di bidang masing-masing. Kerja ini penting karena kondisi Indonesia sedang kurang baik, terutama ekonomi yang melambat. (hel)