Tentara Papua Nugini saat itu telah berkoordinasi dengan penyandera dan kedua pihak sepakat melakukan serah terima dua WNI di hutan, kemarin siang.
“Namun saat tentara PNG sudah di tempat di mana mereka janjian, pihak penyandera tidak datang dan masuk ke pedalaman hutan lebih dalam lagi,” kata Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Christiawan Nasir di Kantor Kemlu, Jakarta, Jumat (18/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perburuan itu membuahkan hasil. Semalam pukul 19.30 WIB, Kemlu RI menerima informasi dua WNI itu, Ladiri Sudirman dan Badar, sudah berada di tangan militer Papua Nugini dalam keadaan selamat, persis seperti yang diharapkan pemerintah Indonesia.
“Itu saja. Semua baik-baik saja," kata Tata –sapaan Arrmanatha.
Meski kedua sandera telah bebas semalam, pemerintah RI tak langsung mengumumkannya karena tentara Papua Nugini menyebut keadaan di lapangan masih belum pasti.
Setelah kedua sandera tiba di Vanimo hari ini, barulah pemerintah RI memberikan keterangan resmi bahwa keduanya telah bebas.
Sesampainya di Vanimo dan bertemu perwakilan pemerintah RI, Ladiri dan Badar menangis. Keduanya mengaku kerap berpikir tak akan selamat setelah sepekan penuh berkeliling di hutan bersama penyandera mereka.
Saat ini keduanya dalam perjalanan menuju Skofro, Keerom, Papua, untuk diserahkan kepada Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal Hinsa Siburian. Mereka diperkirakan tiba di Papua satu jam ke depan. (agk)