"Jangan bilang kena asap lalu ada anak meninggal. Kami harus lihat dulu. Saya enggak meragukan. Mungkin benar juga," kata Nila saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Jumat (18/9). (Baca Juga FOKUS Derita Warga Dikepung Kabut Asap)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, sebelum ada asap kebakaran hutan lahan, anak itu sudah sakit. Hanya, meninggalnya saat ada asap karhutla," kata Achmad.
Achmad menjelaskan hingga kini jumlah total penduduk terpapar asap di Riau sebanyak 6,3 juta jiwa di 12 kabupaten/kota.
Sebanyak 31.518 orang terganggu kesehatannya akibat kabut asap, dengan rincian 25.834 penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), 2.246 iritasi kulit, 1.656 penderita iritasi mata, dan 538 penderita pneumonia.
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, Achmad mengatakan pemerintah telah mengirimkan bantuan masker sebanyak 260 ribu lembar serta obat-obatan sesuai permintaan Dinas Kesehatan provinsi. (utd)