"Saya ingat ketika saya menjadi ketua panitia rapimnas partai, di mana Pak JK menjadi ketua umum dan Pak Surya Paloh menjadi Wakil Ketua Dewan Penasihat," ucap Enggar di Jakarta Convention Center, Selasa (22/9).
Saat itu, Enggar tidak menyebutkan partai apa yang dimaksud. Namun, Jusuf Kalla yang datang sebagai wakil presiden untuk menutup rakernas NasDem, langsung menyambut ucapan Enggar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada 255 calon kepala daerah yang diusung dan didukung Partai NasDem, JK mengatakan dirinya mengerti kehadiran mereka di rakernas adalah untuk memenangkan Pilkada yang akan dilaksanakan di akhir tahun nanti.
Tahun 2009, JK maju mencalonkan diri sebagai presiden dan didampingi Wiranto. Namun, pasangan JK-Wiranto kalah dengan pasangan SBY-Boediono.
"2009 saya kalah dan orang yang duduk terakhir bersama adalah kami (menunjuk Surya Paloh)," katanya.
Saat itu, JK mengaku sedih atas kekalahannya. Bersama Paloh, dirinya pun mengevaluasi penyebab kekalahan tersebut. Namun, ia mengatakan mereka tidak terlarut dalam kesedihan. JK mengatakan beberapa hari setelahnya, mereka sudah dapat tertawa kembali.
"Itu namanya politik," tuturnya.
Kali ketiga, JK kembali masuk bursa pemilihan presiden pada tahun 2014. Bersama Joko Widodo, JK maju menjadi calon wakil presiden dan menang atas pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. "Terakhir dengan dukungan NasDem saya ikut lagi dan alhamdulillah berdiri di sini," ucap JK.
Oleh sebab itu, JK berpesan agar para calon kepala daerah tetap optimis. Menurutnya, dengan optimistik para calon kepala daerah akan tetap bersemangat dan menang. (chs)